Temukan Roy Suryo
- 13 Comment
Paling enak baca blognya si Danu ini adalah karena tulisannya yang simple dan tidak terlalu banyak, jadi ga bikin berat otak. Di postingan terakhirnya saat saya tulis post ini adalah tentang Roy Suryo, lebih spesifik lagi adalah “Gerakan tidak Mengutip Roy Suryo” dengan keyword “Temukan Roy Suryo“. Maksud dari orang tersebut adalah mengajak semua bloger untuk tidak menggunakan kembali kata kunci Roy Suryo untuk referensi apapun, karena rekan semua tidak akan menemukan kembali Roy Suryo di Dunia Internet. Langkah yang dilakukan orang tersebut adalah membuat nama domain yang diisi dengan grab hasil pencarian google dengan keyword temukan roy suryo.
Ada yang unik, menggelitik dan mengusik-usik pemikiran saya akan kejadian ini. Orang tersebut berbuat tanpa banyak bicara atau mempengaruhi oranglain. Beliau mencoba untuk menempatkan posisi web beliau di SERP teratas, padahal isi webnya ya seperti itu. Sehingga kalau ada yg searching dengan keyword Roy Suryo misalnya, maka posisi teratas akan menuju ke web beliau. Ketika web beliau di klik yang tampil adalah halaman pencarian google kembali yang isinya bahwa pencarian tidak ditemukan. Jenius dan bijaksana!
Andaikan saja semua orang seperti itu, tentu tidak akan ada demo kenaikan BBM. Koq bisa? Ya, kalau menurut saya demo bukan solusi terbaik untuk saat ini. Toh dengan demo tidak mungkin harga akan menjadi turun, yang ada malah citra kita di mata internasional akan termoreng kembali jika terjadi bentrokan. Mungkin akan lebih bijaksana jika kita mencari solusi, referensi pengganti BBM. Misalnya saja yang ikut demo kan ada Mahsiswa dari Hubungan Internasional, nego lah tukang minyak dunia supaya harganya turun khusus untuk Indonesia, biar Mahasiswa Ekonomi yang ngitung neracanya. Mahasiswa Kimia buat penelitian tentang alternatif BBM, Mahasiswa mesin buat mesin yang hemat BBM tapi tenaga kenceng dll.
Kalaupun benar uang buat BBM tersebut dipake pejabat, biarin aja lah…toh paling juga mereka berkuasa maksimal 10tahun. Lalu siapa yang akan gantikan? Ya tentunya kita dunk sebagai generasi penerusnya. Nah klo generasi penerusnya suka orasi menghasud orang (mirip pejabat ketika kampanye) kan ya sama aja, kapan bangkitnya negara kita. Pejabat-pejabat sekarang juga banyak yang dulunya mahasiswa orator ulung, misalnya saja Akbar Tanjung.
Maaf-maaf aja nie ye, saya bukan pendukung SBY atau kontra mahasiswa(saya juga mantan mahasiswa) apalagi pendukungnya Roy Suryo(amit-amit), saya hanya ingin indonesia yang damai, makmur, sejahtera, sehat dan sentosa. Dan yang penting, earning PTC dan PPP bisa lancar di indonesia
Kaburrrrr
Popularity: 7% [?]
13 Comments on this post
Trackbacks
-
jimmy said:
whaa mulai sekarang saya musti bikin postingan yang gak berat otak juga ah
May 27th, 2008 at 8:00 am -
Artha said:
Setuju…
kita tidak kontra mahasiswa lha wong kita juga pernah jadi mahasiswa dan pernah ikut demo
tapi setelah pikir2 kok dampak merugikan warga lebih besar apa lagi sampai ada pertempuran mahasiswa aparat wah … (banyangi sendiri lah
)May 27th, 2008 at 8:25 am -
tipis said:
hidup indonesia lah pokoknya MERDEKA
May 27th, 2008 at 10:46 am -
yudi said:
aku pro kesejahteraan aja deh
May 27th, 2008 at 1:00 pm -
ipung said:
Kebetulan saya bukan jenius.. Jadi tulisan saya seharusnya ga bikin berat otak orang lain hehe
May 27th, 2008 at 2:34 pm -
Iman said:
klo tau kaya gini mendingan dukung suharto semuanya serba murah klo jaman ssekarang udeh mahal uang negara banyak d korupsi klo d pikirin malah makan hati.
May 27th, 2008 at 4:58 pm -
hartanta said:
biarpun bbm naik, roy surya kabur, mahasiswa bentrok…
sabodo teuing
yang penting ngeblog
May 27th, 2008 at 5:42 pm -
gadjah.net said:
Sepertinya gak mungkin menghilangkan si abang itu, sebab dia sudah jadi selebrity blog tanpa harus punya blog
May 28th, 2008 at 8:27 am -
goen said:
saya juga mantan mahasiswa yang mencoba untuk tidak anti siapapun apalagi roy suryo. menurut saya beliau cukup berjasa, seperti mengingatkan kita akan Indonesia Raya 3 Stanza, jangankan yang 3, yang 1 saja teakhir kita dengar yaa .. mungkin SMA dan itupun hanya saat upacara. Coba bandingkan dengan Thailand, nonton bioskop aja, sebelum pilem diputer, kita musti berdiri mendengar lagu kebangsaan sambil melihat pilem kegiatan sang raja, mangkanya cinta tanah air nya tinggi. Lha Indonesia? Apakah ada wujud cinta tanah air? “Teman” (Roy Suryo) sebangsa sendiri aja diolok-olok terus. Ayo dong BANGKIT, BANGKIT itu Marah ! Marah bila martabat bangsa diinjak-injak (implisitnya oleh bangsa lain!) kenyataannya? bangsa Indonesia menginjak2 bangsa Indonesia sendiri. piye iki?? MERDEKA !
June 5th, 2008 at 3:51 pm -
Ari said:
Pret t t t
palsuJune 12th, 2008 at 12:44 pm -
Mozil said:
Pinter2nya Roy bisa jualan diri wlo tidak mudeng IT, so laris manis di pentas dunia … eh Indonesia. Goblognya ITers dan Bloggers, wlo pinter2 & brillian2 IT tapi ga’ bisa jual diri dan pinternya ndak terjual spt ‘pinter’nya Roy S.
“Susah liat orang seneng. Seneng liat orang susah” dasar Indonesia.
June 17th, 2008 at 11:13 pm -
angus said:
yah, mau di kemanain juga om Roy menjadikan dunia IT lebih populer hehehe,
Terlepas dari siapa dan apa yang telah beliau lakuin
July 1st, 2008 at 10:32 am -
Danie said:
yo aku setuju ama opininya yang penting jangan cari popularitas hanya dengan memanfaatkan sebuah kesempatan
July 5th, 2008 at 10:13 pm




