Jun 16 2008

Personality Melankolis

Terlahir sebagai orang melankolis terkadang menyakitkan, selalu terjepit dengan tekanan dan perasaan. Sifat sesnsitifnya mengharuskannya menjaga perasaan oranglain dan menanggung tekanan yang kadang membuatnya frustasi. Seharusnya hal ini tidak membenarkan untuk menyalahkan orangtua atau lingkungan tempatnya bersosialisasi. Namun ibarat kata orang “sabar selalu ada batasnya”, orang melankolis lebih memilih untuk menyakiti perasaannya daripada harus mengungkapkan apa yang ada dikepalanya. Memendam kekesalannya dengan menyendiri dan meratapi kelemahannya.

Mengharapkan orang lain mengerti isi kepala kita memang tidak mungkin, namun seorang melankolis lebih memilih untuk berjudi dan berdiam saja dengan apa yang bertentangan dengan hati nuraninya. Dulu, saya pernah menyerah dan meninggalkan apa yang menurut oranglain adalah suatu keberuntungan dan kesuksesan untukku. Saya tinggalkan pekerjaan dan karier yang bagus saat itu karena lingkungan kerja yang tidak nyaman dengan hati nurani. Karier saya bagus karena mengikuti aturan dan menghormati pimpinan, namun ternyata rekan kerja saat itu tidak menerima apa yang telah saya raih. Dan akhirnya sayapun memutuskan untuk berhenti dan melanjutkan kuliah saja.

Saya harus mulai berani mengatakan “tidak”, saya harus mempunyai prinsip diri dan mempertahankannya. Saya tidak boleh mengalah terus! Saya akan lakukan apa yang menurut saya benar!

Popularity: 3% [?]

TAGS:

5 Comments on this post

Trackbacks

  1. Putra eka said:

    Pilihan hati adalah pilihan yang paling tepat bagi kita.

    June 17th, 2008 at 8:45 am
  2. tipis said:

    wah kuliah psikologi ya mas ? :D sepertinya curhat pribadi nih :)

    June 17th, 2008 at 5:11 pm
  3. jimmy said:

    betul mas! biarin orang lain mau bilang apa, jalanin aja terus

    June 17th, 2008 at 10:21 pm
  4. ika said:

    iya benar..MERDEKA!!! saya juga tadinya sulit bilang tidak, sekarang pun masih sulit,,terus piye ya?? hehe

    June 18th, 2008 at 11:30 am
  5. ipung said:

    curhatnya kurang terstruktur dan tidak detil… saya kirimkan kuesioner curhat aja ya hehehe :D
    Mas Adel ikuti saja hari nurani mas Adel, tentunya dengan diiringi kesadaran bahwa mengikuti nurani tidak selalu mudah, namun pasti melegakan. Stand firm on what you believe mas Adel ;)

    June 18th, 2008 at 4:40 pm

LEAVE A COMMENT

Subscribe Form

Subscribe to Blog