Efek dari Kenaikan BBM
- 8 Comment
Sebelum terjadi kenaikan BBM, protes keras atas kebijakan ini sudah ada dimana-mana. Mulai dari mahasiswa, Ibu Rumahtangga, sopir angkutan dan masih banyak lagi. Hari ini saya baca detik, ada efek dari kenaikan BBM yang membuat saya merinding “Beredar Kabar Malam Minggu Ini Pendemo akan Anarkis di Ibukota”. Berikut potongan dari berita tersebut:
Malam Minggu ini Ibukota dikabarkan bakal tidak aman karena para pendemo akan anarkis. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah. Detiknews 24/5/2008
Entah akan terjadi atau enggak, saya tetap saja merinding. Teringat beberapa tahun lalu sebelum Soeharto Lengser, di daerahku Tasikmalaya terjadi kekacauan yang sangat anarkis. Bermula dari kekecewaan terhadap oknum polisi yang tidak bijaksana, konflik berkembang ke arah etnis. Dari Kabupaten sampai kecamatan tempat tinggalku, semua kantor polisi dihancurkan dan etnis tinghoa, rumah dan lahan usahanya juga ikut dihancurkan. Setelah soeharto turun dengan reformasi, saya rasakan yang namanya demo semakin menjadi. Dengan dalih kebebasan bersuara dan mengeluarkan pendapat, masayarakat jadi sering demo. Kalau saya pikir-pikir lagi, enak banget yah jadi anggota Dewan (red: DPR). Harusnya mereka kan menyampaikan aspirasi kita, nah yang ada sekarang, masyarakat malah langsung turun ke jalanan. Itu bukan berarti anggota dewan makan gaji buta? karena mereka tidak perlu menyampaikan aspirasi kita. Padahal kalau pandangan saya sebagai orang bodoh yang tak pandai berorganisasi, koq mau-maunya yah mereka berdemo. Panas, Lapar, belum lagi kalau terjadi bentrok, kemungkinan kita kena gebug aparat semakin besar. Padahal yang saya tahu, tuntunan dari demo itu jarang sekali di laksanakan. Tapi ya kembali lagi ke jiwa masing-masing, mungkin ada pandangan lain mengenai ini.
Apapun efek dari Kenaikan BBM ini, semoga tidak semakin membuat bangsa ini terpuruk. Semoga moment 100th Kebangkitan Bangsa kemarin, benar-benar akan membuat bangsa ini bangkit walau harus dengan kenaikan BBM.
Popularity: 4% [?]
8 Comments on this post
Trackbacks
-
Artha said:
wah ginana keadaan daerah mas sekarang? aman2 aja?
dah Aman sekarang mas
May 25th, 2008 at 1:36 am -
jimmy said:
anggota dpr gak akan ikutan demo, karena mereka gak akan kekurangan kan? kebutuhan mereka sudah dipenuhi sama negara, yang sebenarnya adalah duit rakyat yang menderita dan berdemo.. ironis..
May 25th, 2008 at 2:16 pm -
persikers said:
INDONESIA Harus Bangkit…. tapi ya jangan mahal² dums BBM nya :))
May 27th, 2008 at 11:19 am -
Andos said:
Kasihan orang miskin
May 28th, 2008 at 11:09 am





[...] tidak halnya dengan daerah laen di Indionesia, terutama Pulau Jawa. Kerisauan mas dhyar Irdiansyah bisa dimaklumi, karena kalau Mahasiswa turun kejalanan apapun bisa terjadi (ingat lagi waktu [...]
[...] creatif menanggapi kenaikan BBM Posted on May 25th, 2008 by Artha Efek Kenaikan BBM memang meyesakan komentar yudi, akan tetapi hal in semestinya membuat kita lebh berfikir kreatif [...]
[...] kurang sepaham dengan cara demo mahasiswa menyikapi kenaikan BBM kali ini. Beberapa dari mereka telah salah dalam mengartikan kebebasan mengeluarkan pendapat. [...]
[...] posting sebelumnya, saya kurang sepaham dengan cara demo mahasiswa menyikapi kenaikan BBM kali ini. Beberapa dari mereka telah salah dalam mengartikan kebebasan mengeluarkan pendapat. [...]