Budaya Minder Indonesia
- 11 Comment
Episode Empat Mata kemaren menghadirkan menteri pertanian Pak Anton Apriantono, Agnez Monika Bugil dan Ari Laso. Pada episode tersebut membahas mengenai rasa nasionalisme bangsa Indonesia. Pak Menteri mengatakan kalau bangsa indonesia adalah bangsa yang minder. Banyak produk dalam negeri yang kurang laku, tapi setelah dikemas dan di beri nama produk import, maka barang tersebut jadi laku. Buah-buahan yang diberi cap import lebih laku dipasaran dan lebih mahal harganya di banding tanpa merek. Padahal buah tersebut asli di tanam di tanah air Indonesia, dipelihara oleh petani indonesia dan dijual oleh pedagang Indonesia juga. Contoh lainnya adalah Indoensia mengexport bahan mentah tekstil di olah diluar negeri dan di import kembali ke Indonesia. Masih banyak lagi contoh lainnya.
Agnez Monika bilang kita tidak bisa langsung menyalahkan bangsa indonesia. Kita harus berfikir, kenapa hal ini sampai terjadi, secara tidak langsung agnez menyalahkan pemerintah yang kurang mensosialisasikan produk indonesia. Kalau saling menyalahkan tentunya tidak akan ada habisnya dan akan selalu terpuruk di belakang. Untuk para bloger yang mengais rezeki dolar, sekarang sudah beberapa menggunakan produk lokal. PPC local, om cosa sedang tester paid review local, kemaren bocah dapet undangan tester search engine local. Sebelum ini, sudah banyak perusahaan hosting lokal, ada domain id dan masih banyak lagi lainnya.
Bayangkan jika nama blog ini bscore.web.id dan tersimpan di server IIX. Kemudian dipasangi iklan dan referal/affiliasi dari perusahaan lokal, mereviews juga dari broker lokal dan perusahaan lokal. Menggunakan search engine lokal dan sebagainya. Bagaimana menurut rekan semua?
Popularity: 5% [?]
11 Comments on this post
Trackbacks
-
bocah said:
Hehehehe pake batik aja malu gimana mau maju xixixixixixi. Tapi emang salahnya yang bikin produk di Indonesia sih. Setiap buat produk selalu ga pernah totalitas alias terbaik. Selalu setengah-setengah. Jadi kalo pake produk sendiri kawatir jelek
Saya ga malu loh pake batik cah. Tapi kalau kalimat “Setiap buat produk selalu ga pernah totalitas alias terbaik”, asli bikin malu dan terhenyak
August 15th, 2008 at 5:30 am -
jimmy said:
semua serba lokal boleh juga, tapi kata saya sih mending campur sama luar juga, supaya tetap up2date
Untuk sekarang saya setuju mas, tapi jika nanti sudah melebihi atau sejajar dengan produk luar, lebih baik gunakan produk lokal
peace August 15th, 2008 at 7:31 am -
Paman Gober said:
Ide yang bagus tuh, cintailah produk lokal
Setubuh sekali mas, istri juga lokal abizz
August 15th, 2008 at 7:51 am -
MangoAddict said:
Ini bugil kenapa dicoret? SEO trik yah ? hehehe
Di coret artinya di sensor mas, kalau di sebut ada hubungannya dengan seo atau tidak, saya hanya uji coba saja, sapa tau ke craw SE. Masih banyak juga koq interneter yang cari lendir
August 15th, 2008 at 8:12 am -
ReoRid said:
Aku bangga jadi orang Indonesia
Saya juga bangga mas
August 15th, 2008 at 9:44 am -
Danu said:
saya bangga pake domain indonesia
Com Net Org Info itu umum mas, tidak bisa dibilang luar. Klo us jp cn baru deh itu luar
August 15th, 2008 at 11:43 am -
Artha said:
Yang kurang dari kita, adalah selalu membanggakan produk luar negeri, ketimbang produk sendiri. Beda dengan Jepang, sampai bela-belain pake tulisan kanji.
August 15th, 2008 at 9:48 pm -
tipis said:
saya tiap jumat berangkat kerja pakai batik, domain pakai web.id, iklan ppc pakai adspeedy tapi review luar semua hahaha. belum bisa full lokal bro, soalnya belum komplit hehe
August 16th, 2008 at 4:21 am -
MangoAddict said:
Domain boleh web.id tapi .com kudu dibeli, dan di arahkan balik ke web.id. Karena orang udah terbiasa dengan .com. otomatis kepencet
August 16th, 2008 at 4:32 am -
konsultasi kesehatan said:
wah lama dah ke sini…them kita sama Mas…aku mo belajar ah…
August 16th, 2008 at 12:46 pm -
danu said:
@MangoAddict : boleh juga tuh idenya…
August 17th, 2008 at 3:26 am




